Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025, pada Rabu (4/2/2026), di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. (dok.istimewa)
REALITASBALI | Buleleng. Kodam IX/Udayana secara resmi menutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025 yang diikuti 1.394 prajurit. Kegiatan tersebut dilakukan pada Rabu (4/2/2026), di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Upacara penutupan dipimpin Kepala Staf Kodam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi dan berlangsung khidmat. Sejumlah pejabat Kodam IX/Udayana serta unsur Forkopimda Kabupaten Buleleng turut hadir menyaksikan berakhirnya pendidikan dasar kemiliteran yang telah ditempuh para siswa selama kurang lebih dua bulan.
Hasil Disiplin, Kegigihan dan Kerja Keras
Kepala Staf Angkatan Darat melalui Brigjen TNI Taufiq Hanafi menyampaikan amanat. Ia mengucapkan selamat kepada 21.885 mantan siswa secara nasional yang resmi dilantik sebagai Prajurit Dua (Prada) TNI AD. Keberhasilan tersebut disebut sebagai hasil dari disiplin, kegigihan, serta kerja keras selama mengikuti pendidikan intensif.
Kasad menegaskan bahwa pendidikan ini merupakan bagian dari strategi pembangunan kekuatan TNI AD. Ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan satuan-satuan baru di berbagai wilayah Indonesia. Para prajurit muda diharapkan mampu mendukung tugas operasi sekaligus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, peran prajurit dalam Batalyon Teritorial Pembangunan dinilai efektif dalam membantu penanggulangan serta pemulihan bencana alam. Ilmu, teknik, dan taktik militer yang telah diperoleh diminta menjadi modal awal dalam membentuk prajurit yang profesional dan berkarakter.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. menegaskan komitmen TNI AD dalam mencetak prajurit siap operasional.
“Melalui pendidikan dasar yang terukur dan berkesinambungan, para prajurit telah dibekali kemampuan fisik, mental, serta nilai-nilai keprajuritan yang menjadi fondasi utama dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD,” tegasnya.
Dalam pendidikan tersebut, tiga prajurit terbaik Tri Pola Dasar berhasil meraih prestasi. Antara lain, Prada James Alexsander Imanuel Sinay sebagai terbaik akademik, Prada Dewa Komang Angga Saputra terbaik sikap dan perilaku, serta Prada Alisco Toto terbaik bidang jasmani.
Rangkaian penutupan diakhiri dengan berbagai atraksi prajurit muda. Mulai dari defile, bongkar pasang senjata, simulasi halang rintang. Ada juga perkelahian sangkur, bela diri taktis, hingga mountaineering, yang mendapat apresiasi para undangan.
