Mayjen TNI Piek Budyakto saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Markas Kodam IX/Udayana di Denpasar, Jumat (24/7/2026). (dok: istimewa)
DENPASAR, Realitas Bali – Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodam IX/Udayana di Denpasar, Jumat (24/7/2026). Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPR RI, Drs. Utut Adianto. Agenda utamanya adalah membahas percepatan pembentukan Kodam baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta penguatan pertahanan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Rombongan yang terdiri atas 33 anggota diterima langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama jajaran pejabat utama Kodam IX/Udayana. Pertemuan itu menjadi forum untuk menyamakan langkah antara DPR RI dan TNI dalam memperkuat sistem pertahanan di kawasan timur Indonesia.
Kodam Baru Dinilai Penting untuk Wilayah Perbatasan
Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menjelaskan bahwa NTT memiliki posisi yang sangat strategis. Pasalnya, provinsi tersebut berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Karena itu, sistem pertahanan di wilayah tersebut harus terus diperkuat.
Meski kondisi keamanan di perbatasan relatif kondusif, potensi ancaman tetap ada. Ancaman tersebut meliputi penyelundupan, kejahatan lintas negara, pelintas batas ilegal, hingga ancaman nirmiliter. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan.
“Oleh karena itu, rencana pembentukan Kodam baru di NTT merupakan kebutuhan yang sangat krusial. Kehadiran Kodam baru akan memperpendek rentang kendali komando, meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial, mempercepat respons operasional, sekaligus mempertegas kehadiran negara di garis depan perbatasan. Dalam konteks inilah kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Komisi I DPR RI, baik dari aspek kebijakan, penataan organisasi, pemenuhan personel, penyediaan infrastruktur, alutsista, maupun dukungan anggaran guna mempercepat realisasi pembentukan Kodam baru di NTT,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto mengatakan kunjungan kerja tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan pertahanan di wilayah Kodam IX/Udayana. Selain itu, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana kesiapan pembentukan Kodam baru di NTT.
Menurut Utut, pembahasan juga mencakup penyusunan peta jalan pembentukan Kodam baru, evaluasi kondisi pertahanan di wilayah perbatasan RI–RDTL, serta dukungan anggaran dan sinergi antarinstansi.
Progres Pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai
Selanjutnya, Pangdam memaparkan komposisi satuan di bawah Kodam IX/Udayana. Satuan tersebut terdiri atas Korem 161/Wira Sakti di NTT, Korem 162/Wira Bhakti di NTB, dan Korem 163/Wira Satya di Bali.
Selain itu, Pangdam menjelaskan perkembangan pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Nama “Sobe Sonbai” diambil dari tokoh Raja Timor sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan masyarakat NTT.
Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan kesiapan pembangunan markas, penyediaan lahan, personel, perlengkapan, hingga rumah dinas. Semua itu menjadi bagian dari tahapan pembentukan Kodam baru.
Di sisi lain, TNI AD juga terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara melalui Karya Bhakti skala besar. Program tersebut meliputi rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor, perbaikan sekolah dan rumah ibadah, pembangunan jalan beton serta jembatan, bazar murah, pembagian sembako, hingga layanan pengobatan gratis.
DPR RI Apresiasi Penguatan Pertahanan Nasional
Pangdam menegaskan bahwa pembentukan Kodam baru di NTT merupakan langkah strategis. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan nasional, mempercepat pengendalian operasi, dan meningkatkan pembinaan teritorial.
Namun demikian, Pangdam mengingatkan masih terdapat sejumlah persoalan di kawasan perbatasan RI–RDTL. Persoalan tersebut meliputi sengketa batas negara pada wilayah unresolved dan unsurveyed segment, potensi pelanggaran wilayah, penyelundupan lintas batas, hingga konflik sosial.
Karena itu, Pangdam berharap Komisi I DPR RI dapat membantu mengomunikasikan percepatan penyelesaian persoalan lahan di Kupang dan Nagekeo kepada pemerintah pusat. Selain itu, DPR RI juga diharapkan mendorong penyelesaian sengketa batas negara melalui mekanisme bilateral antara Indonesia dan Timor Leste.
Menanggapi paparan tersebut, Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI memberikan apresiasi terhadap rencana pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk memperkuat sistem pertahanan nasional sekaligus meningkatkan pengamanan wilayah perbatasan.
Bahkan, Komisi I DPR RI menyatakan seluruh masukan yang diterima dalam kunjungan kerja ini akan menjadi bahan pembahasan bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta para Kepala Staf Angkatan.
Pada akhir kegiatan, kedua belah pihak saling bertukar cinderamata dan melakukan foto bersama. Dengan demikian, pertemuan tersebut menjadi simbol sinergi antara DPR RI dan TNI dalam mendukung percepatan pembentukan Kodam baru di NTT serta memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (rka)
