Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) saat menggalang dana bagi masyarakat yang terdampak bencana di persimpangan Jalan Dewi Sri–Nakula, Kuta, Badung, Sabtu (22/8/2026). (dok: istimewa)
RealitasBali | DENPASAR — Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjukkan puluhan jurnalis di Bali. Mereka turun langsung ke jalan untuk menggalang dana bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Aksi kemanusiaan tersebut digelar Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) di persimpangan Jalan Dewi Sri–Nakula, Kuta, Badung, Sabtu (22/8/2026).
Penggalangan dana dimulai sekitar pukul 16.00 WITA dan berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Para jurnalis membawa kardus donasi serta membentangkan spanduk berisi ajakan kepada masyarakat untuk ikut membantu korban gempa Flores.
Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya Jurnalis Pena NTT, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Ikatan Wartawan Online (IWO), serta mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali.
Terkumpul Rp5.787.000 dalam 1,5 Jam
Koordinator Aksi Solidaritas Jurnalis Bali untuk Gempa Flores, Marsellus N. Pampur, mengatakan penggalangan dana yang dilakukan selama sekitar 1,5 jam berhasil mengumpulkan Rp5.787.000.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman yang sudah mau bersusah payah terlibat dalam aksi sosial ini. Tetap kompak,” ujar Marsellus.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang melintas di lokasi aksi cukup tinggi. Donasi tidak hanya berasal dari kalangan jurnalis maupun masyarakat Bali, tetapi juga datang dari berbagai profesi dan latar belakang.
Pengemudi ojek, sopir truk, pekerja hingga wisatawan asing turut menyisihkan uang mereka untuk membantu korban gempa. Bahkan, salah seorang wisatawan asing memberikan sumbangan dalam mata uang dolar Amerika Serikat.
“Ternyata masyarakat Bali memiliki kepedulian yang besar terhadap peristiwa itu. Buktinya kepedulian itu datang dari berbagai lapisan masyarakat, dari tukang ojek, sopir truk, para pekerja hingga beberapa wisatawan yang kebetulan melintas di jalan,” katanya.
Sejumlah pengendara bahkan terlihat menghentikan kendaraan mereka sejenak untuk menyerahkan donasi kepada para jurnalis sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Galang Dana Berlanjut di Renon
Marsellus berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Kami berharap donasi yang diberikan masyarakat Bali bisa meringankan beban yang dialami oleh masyarakat di Flores, NTT,” ujarnya.
Penggalangan dana tersebut tidak berhenti di persimpangan Jalan Dewi Sri–Nakula. Aksi solidaritas akan kembali digelar pada Minggu (23/8/2026) di kawasan Car Free Day (CFD) Renon, Denpasar.
Kegiatan di Renon akan menyasar masyarakat yang beraktivitas maupun melintas di kawasan CFD. Penggalangan dana juga akan dikemas dengan pertunjukan live music yang menghadirkan musisi Bali, Joni Agung.
Kehadiran pertunjukan musik tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan sekaligus menyalurkan kepedulian kepada korban gempa Flores.
Jurnalis Turun Langsung Bantu Korban Bencana
Aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas jurnalis Bali terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Jika sehari-hari jurnalis berada di balik kamera, pena, mikrofon maupun layar untuk menyampaikan informasi kepada publik, kali ini mereka turun langsung ke jalan mengajak masyarakat ikut membantu sesama.
Bagi para jurnalis yang terlibat, penggalangan dana ini bukan sekadar mengumpulkan uang. Aksi tersebut juga menjadi bentuk empati dan kepedulian terhadap korban bencana yang membutuhkan dukungan.
Respons masyarakat yang memberikan donasi secara sukarela menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban gempa Flores datang dari berbagai lapisan.
Dana yang terkumpul dari aksi tersebut diharapkan dapat menjadi dukungan nyata dan membantu meringankan beban masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana. (rka)
