Putri Koster saat monitoring dan evaluasi (Monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Bangli, Minggu (3/5/2026). (dok: istimewa)
BANGLI, Realitas Bali – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa kebersihan Bali harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Pesan itu disampaikan saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Bangli, Minggu (3/5/2026).
Menurut Putri Koster, Gerakan Kulkul PKK bukan sekadar agenda gotong royong. Sebaliknya, gerakan ini bertujuan membangun disiplin masyarakat untuk menjaga kebersihan secara mandiri dan berkelanjutan.
Setibanya di lokasi, Putri Koster mengapresiasi kondisi Banjar Tiga Kawan. Ia melihat telajakan tertata rapi, taman terawat, serta lingkungan yang bersih. Selain itu, setiap rumah juga telah memiliki tempat penampungan sampah.
“Sudah bagus ini, patut dicontoh dan ditiru masyarakat lainnya,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan tidak boleh berhenti pada penilaian semata. Menurutnya, kebiasaan merawat lingkungan harus menjadi budaya yang dilakukan setiap hari.
Disiplin Jadi Kunci Gerakan
Lebih lanjut, Putri Koster menjelaskan bahwa bunyi kulkul menjadi pengingat bagi warga untuk membersihkan telajakan dan pekarangan rumah masing-masing. Karena itu, masyarakat tidak harus berkumpul di satu lokasi untuk melakukan kerja bakti.
“Begitu ada kulkul, laksanakan pembersihan di telajakan dan lingkungan rumah. Tidak harus kumpul di satu tempat. Kuncinya ada pada disiplin masing-masing,” tegasnya.
Ia menilai perubahan besar lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Jika setiap keluarga menjaga lingkungannya, desa akan tetap bersih tanpa harus dipaksa.
Selain menyoroti kebersihan lingkungan, Putri Koster juga mengajak desa adat dan desa dinas memperkuat kolaborasi. Tujuannya adalah membangun TPS3R maupun TPST agar pengelolaan sampah residu semakin optimal.
Di sisi lain, ia membagikan cara sederhana mengolah sampah organik. Salah satunya dengan memanfaatkan air cucian beras untuk membantu proses penguraian. Menurutnya, solusi lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit.
Tak hanya fokus pada kebersihan, Putri Koster juga mengajak warga memperbanyak tanaman pucuk bang di telajakan. Menurutnya, langkah tersebut dapat mempercantik lingkungan sekaligus mendukung pelaku usaha tanaman hias lokal.
Karena itu, ia turut mengunjungi produsen tanaman di wilayah setempat. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan agar gerakan lingkungan juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Serahkan Bantuan untuk Warga
Pada kesempatan yang sama, Putri Koster menyerahkan bantuan sebanyak 100 kilogram beras kepada Pemerintah Desa Penglumbaran. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Selain itu, ia juga mengunjungi usaha rumahan milik Ni Komang Srinadi. Pelaku UMKM tersebut memproduksi kue bolu yang kini telah dipasarkan hingga Kota Denpasar.
Sebelumnya, Putri Koster juga mengikuti Gerakan Kulkul PKK di Desa Bebalang. Kehadirannya menunjukkan bahwa program tersebut terus didorong secara berkelanjutan di berbagai wilayah Bali.
Sementara itu, Perbekel Desa Penglumbaran, I Wayan Artawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia memastikan seluruh warga siap mendukung Gerakan Kulkul PKK yang selama ini telah berjalan rutin.
Senada dengan itu, Bendesa Adat Bebalang, Nyoman Karsana, menilai pendekatan yang menekankan tanggung jawab individu lebih mudah diterapkan masyarakat.
“Jika setiap orang bertanggung jawab terhadap rumah dan telajakannya, tidak akan ada rasa terpaksa. Justru itu yang paling baik,” katanya.
Hal serupa disampaikan Camat Bangli, Sang Made Agus Dwipayana. Menurutnya, kebersihan desa akan terwujud apabila setiap warga menjaga telajakan di rumahnya sendiri.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan gerakan tersebut masih perlu diperkuat melalui sosialisasi yang berkelanjutan.
Gerakan Membangun Kesadaran
Pada akhirnya, Gerakan Kulkul PKK tidak hanya berbicara tentang kebersihan lingkungan. Lebih dari itu, gerakan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk merawat ruang hidupnya secara mandiri.
Melalui pesan tersebut, Putri Koster menegaskan bahwa Bali yang bersih, asri, dan lestari berawal dari kedisiplinan setiap keluarga. Dari telajakan yang terawat, lingkungan menjadi bersih. Selanjutnya, desa dan Bali pun ikut terjaga. (rka)
