Khairullah (48), driver GrabCar Premium di Bali. (dok.Rahma)
REALITASBALI | Denpasar – Setiap perjalanan wisata biasanya berakhir dengan foto atau video kenangan. Namun bagi Khairullah (48), cerita penumpang justru berakhir sebagai lagu.
Pengemudi GrabCar Premium yang seringnya “mangkal” di kawasan Ubud ini mengolah kisah perjalanan wisatawan menjadi karya musik digital yang kini beredar di berbagai platform internasional.
Khairullah atau yang kerap disapa Khairul, yang menggunakan identitas kreatif The Hero ID (TGRID), telah menetap di Bali selama 11 bulan terakhir. Dimana tiga bulan di antaranya ia jalani sebagai pengemudi Grab Premium, mengendarai mobil listrik BYD M6 untuk melayani wisatawan.
Sebelum beralih profesi, pria asal Jakarta ini bekerja sebagai manajer hotel dan pengelola surfing academy di Kuta. Keputusan pindah setir bukan tanpa pertimbangan. Ia menilai, jam kerja yang lebih fleksibel dan ruang interaksi yang luas justru membuka peluang tak terduga.
“Kemudian 8 bulan saya kerja, tiba-tiba saya mencari tambahan lewat Grab Car, ternyata lebih nyaman dengan GrabCar bisa kemana-mana akhirnya saya ngajuin resign,” ujar Khairul saat ditemui di Denpasar, Selasa (10/2/2026).
Ingin Hadirkan Musik yang Lebih Personal

Dalam perjalanan jarak menengah hingga jauh, musik kerap menjadi bagian dari pengalaman berkendara. Awalnya, Khairul hanya memutar lagu sesuai selera penumpang. Dari situ, muncul gagasan untuk menghadirkan musik yang lebih personal, terinspirasi langsung dari cerita perjalanan mereka.
Titik balik terjadi saat ia mengantar seorang penumpang asal Tiongkok yang berprofesi sebagai pramugari jet internasional. Percakapan tentang dunia penerbangan, kelelahan bekerja lintas negara, hingga memilih Bali sebagai ruang healing, membekas kuat di ingatannya.
“Saya merasa ada cerita ketika ada pelanggan GrabCar saya namanya Tracy, Pramugari Jet Plan Jepang-Cina, terus dia berlibur ke Bali. Dari jemput awal sampai pulang itu, dari Sanur ke Ubud itu ada obrolan di mobil,” cerita Khairul.
Dari situlah dirinya merasa ada keakraban dan meninggalkan kesan mendalam dari cerita penumpangnya. Ia ingin memberikan sebuah “oleh-oleh” kepada penumpangnya.
Dari cerita penumpangnya, ia menangkap satu angle tentang kelelahan menghadapi tuntutan kerja di negara asal yang serba cepat dan padat. Dari kisah itu, ia kemudian menciptakan sebuah lagu dan memberikannya kepada penumpang tersebut.
Setiap Kisah Tersimpan Dalam Ingatan
Khairul tidak merekam percakapan penumpang atau mencatatnya secara teknis. Semua cerita diserap, diingat, lalu diterjemahkan menjadi lirik dan komposisi musik.
Prosesnya pun dimulai dari merangkum emosi perjalanan, hingga menilik genre yang sesuai dengan karakter penumpang.
“Saya rekam, kemudian saya simpulkan, saya bikin lirik, sampai konsep strukturnya. Ada intro, outro, kemudian ada chorus, ada verse. Setelah jadi, saya milih genre-nya, feel, instrumentalnya itu kayak gitar, bass, vokal, efek, power gitu kan, ya tinggal masuk. Selesai, baru vokalisnya,” papar dia.
R&B, soul, pop, hip hop, hingga rap menjadi pilihan utama, mengikuti selera mayoritas wisatawan yang ia temui. Untuk vokal, ia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) berlisensi sebagai alat produksi. Namun lirik, ide, emosi, dan hak cipta tetap ia kerjakan sendiri.
“Kalau saya harus pakai vokalis yang asli kan susah jadwalnya. Ya kan, harus studio, macam-macam. Akhirnya saya pakai vokal AI, yang berbayar,” ungkapnya.
Dengan template dan klasifikasi karakter penumpang, satu lagu bahkan bisa rampung dalam waktu sekitar 30 menit, selama ia bisa mengambil jeda kerja dan fokus.
Dukungan Pihak Grab
Disisi lain, ia juga menyampaikan bahwa seluruh aktivitas kreatif tersebut telah dilaporkannya kepada pimpinan Grab dan mendapat dukungan penuh dari perusahaan.
“Mereka mendukung, dipersilahkan bahkan saya bikin lagu promosi buat GrabCar Company, bikin lagu GrabCar buat TPI, bahkan termasuk mobil BYD saya bikin lagu-lagu itu,” terang dia.
Adapun respons penumpang kerap di luar dugaan. Ada yang terdiam, ada yang tersenyum, bahkan ada yang menangis ketika mendengar kisah hidupnya berubah menjadi lagu.
Respon Penumpang
Dua perempuan asal India, Rasika dan Juhu, menangis di bandara setelah lagu tentang perjalanan mereka diputar. Seorang ibu bernama Safron dari Selandia Baru, mendapati lagunya justru memotivasi sang anak belajar gitar. Penumpang lain, Roxana, merasa “diwakili” oleh musik yang bahkan belum dibuat khusus untuknya. Dan masih banyak kisah penumpang lainnya.
“Menurut saya salah satu faktor kenapa pemerintah pengen menggerakkan ekonomi kreatif dalam bidang apapun, menurut saya, legacy cerita orang turis itu tidak hanya foto dan video, tapi song,” kata dia.
Berbeda dari konten musik instan, Khairul memastikan seluruh karyanya dirilis secara legal. Sejak 2026, lagu-lagu The Hero ID telah terdaftar ISRC (International Standard Recording Code) dan didistribusikan melalui DistroKid. Karyanya tersedia di berbagai platform musik digital global, mulai dari Spotify, Apple Music, hingga YouTube Music.
Adapun Album seperti Feel Heal Flow, termasuk salah satu singlenya berjudul Holiday in Sanur, merekam suasana perjalanan wisata dan pengalaman penumpang yang melakukan kunjungan ke Bali.
“Yang paling berat itu bukan (bikin) instrumennya, tapi lirik. Soul-nya,” katanya singkat.
Total Produksi, Lebih dari 130 Lagu
Hingga kini, sekitar 130 lagu telah diproduksi, baik dalam bentuk single maupun album. Dan seluruhnya bersumber dari kisah nyata penumpang GrabCar Premium.
Ambisi kreatif itu tidak datang tanpa konsekuensi. Target kerja sebagai pengemudi GrabCar Premium minimal 225 order per bulan. Dalam kondisi tertentu, Khairul hanya tidur dua hingga tiga jam per malam agar setiap cerita penumpang bisa berubah menjadi lagu sebelum hari berakhir.
Meski belum mengejar sisi komersial, ia melihat potensi besar di depan mata. Baginya, pariwisata Bali tak harus selalu berakhir pada foto dan video. Lagu-lagu personal bisa menjadi bentuk lain kenangan wisata, tentunya lebih intim dan bertahan lama.
Di dalam mobil listrik yang kembali melaju setelah penumpang turun, Khairul menyiapkan perjalanan berikutnya. Perjalanan dengan penumpang mungkin hanya sesaat. Tapi baginya, itu sudah cukup untuk melahirkan sebuah lagu dari kenangan yang tak lagi sekadar lewat.
