Rizki Juniansyah. (dok.Instagram @rjuniansyah_)
REALITASBALI | Jakarta – Konsistensi Letda TNI Rizki Juniansyah di panggung angkat besi dunia kembali terbukti. Atlet muda Indonesia ini mencetak sejarah baru dengan memecahkan dua rekor dunia sekaligus dalam ajang SEA Games 2025 di Chonburi, Thailand.
Tampil di kelas 79 kilogram putra, Rizki tampil dominan sejak awal pertandingan di Chonburi Sports School.
Ia membukukan angkatan snatch 160 kilogram sebelum menuntaskan clean & jerk seberat 205 kilogram. Catatan tersebut melampaui rekor dunia sebelumnya, 204 kilogram, yang juga dipegang oleh Rizki.
Tak berhenti di situ, total angkatan 365 kilogram yang diraih memastikan medali emas sekaligus mengukuhkan namanya sebagai pemegang rekor Asia dan dunia di kelas tersebut.
Hasil di SEA Games 2025 ini menegaskan bahwa emas Olimpiade Paris 2024 bukan pencapaian sesaat. Rizki justru menunjukkan grafik performa yang stabil dan terus menanjak, meski usianya masih sangat muda.
Pemuda Asal Serang Banten
Rizki Juniansyah lahir di Serang, Banten, pada 17 Juni 2003. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang lekat dengan dunia angkat besi. Ayahnya, M. Yasin, dikenal sebagai mantan lifter nasional era 1980-an hingga awal 1990-an. Sang ibu, Yeni Rohaeni, juga pernah menekuni cabang angkat berat di tingkat provinsi.
Sejak usia tujuh tahun, Rizki sudah rutin berlatih di sasana keluarga. Proses pembinaannya dilakukan secara disiplin, dengan pendampingan ayahnya serta lifter senior Triyatno, yang juga kakak iparnya. Lingkungan inilah yang membentuk karakter bertanding Rizki yang dikenal tenang namun agresif di platform.
Prestasi nasional mulai ia kumpulkan sejak remaja, mulai dari Kejurnas Antar-PPLP 2017, Kejurnas PPLP 2018, hingga tampil di Popda, Porprov, dan Pekan Olahraga Nasional sebagai wakil Banten. Konsistensi itu membawanya masuk ke level internasional dan mengikuti berbagai ajang kualifikasi Olimpiade Paris 2024.
Jalan menuju Olimpiade tidak sepenuhnya mulus. Pada Agustus 2023, Rizki harus menjalani operasi usus buntu dan terpaksa menghentikan latihan hampir enam bulan. Ia baru kembali mengangkat beban pada Januari 2024, namun langsung mencuri perhatian dengan performa impresif di IWF World Cup 2024.
Pada ajang tersebut, Rizki keluar sebagai juara dan mencetak rekor dunia total angkatan 365 kilogram. Rekor itu mematahkan catatan lifter China, Shi Zhiyong, sekaligus mengantar Rizki lolos ke Olimpiade.
Cetak Rekor Olimpiade Paris 2024
Puncak prestasi terjadi di Olimpiade Paris 2024 pada 8 Agustus 2024. Rizki meraih medali emas dan mencetak rekor Olimpiade untuk clean & jerk dengan angkatan 199 kilogram. Pada usia 21 tahun 52 hari, ia tercatat sebagai atlet Indonesia termuda peraih emas Olimpiade, melewati rekor Susi Susanti pada Olimpiade 1992.
“Perjuangan ini Alhamdulillah saya persembahkan untuk Indonesia tentunya. Dan alhamdulillah prestasi ini adalah impian saya dari kecil,” ujar Rizki kala itu.
Di SEA Games 2025, Rizki juga menyinggung dukungan yang ia terima dari Presiden Prabowo Subianto sebelum keberangkatan kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah kemarin kita pelepasan, dan sangat baik disambut Bapak Presiden dengan hangat dan menyentuh hati banget para atlet dengan motivasinya dan support, ambisi banget Bapak, dan terima kasih untuk motivasi bonusnya. Jadi itu adalah loncatan ke depannya untuk atlet buat lebih semangat lagi latihan, saya sangat bersyukur, makanya saya selebrasi tadi itu khasnya menjadi tentara,” ujar Rizki
Apresiasi turut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menilai Rizki sebagai representasi mental juara atlet Indonesia.
“Selamat untuk Letda TNI Rizki Juniansyah yang konsisten menunjukkan performa fantastis setiap kali bertanding. Emas Olimpiade 2024 ternyata tak membuat Rizki terlena, bahkan malah semakin bersemangat latihan dan terbukti Rizki menunjukkan mental patriotik berjuang demi bangsa dan gigih melawan para pesaing. Inilah mental juara yang menunjukkan kedigdayaan Indonesia,” kata Erick.
