Gubernur Bali Wayan Koster di Jaya Sabha, pada Minggu (4/1/2026). (dok.Rahma)
REALITASBALI | Denpasar – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada tahun 2025 mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Pulau Dewata. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut angka kunjungan tersebut melampaui jumlah tertinggi sebelum pandemi Covid-19.
“Kalau dibandingkan dengan 2024, itu naik 750.000 wisatawan mancanegara. Ini adalah angka yang paling tinggi. Sebelum Covid itu paling tinggi tahun 2019, 6,27 juta wisatawan mancanegara. Sebelum 2019 itu lebih rendah lagi. Nah ini pencapaian yang tertinggi,” ujar Koster di Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (4/1/2026).
Selain jumlah kunjungan, tingkat okupansi hotel juga tercatat berada pada level tinggi. Menurut Koster, hunian hotel rata-rata berada di kisaran 70 hingga 85 persen, bahkan beberapa hotel mencatat hunian mendekati penuh.
“Nah kemudian saya juga sudah mengecek tingkat hunian hotel di Bali itu pada kisaran 70 sampai 85. Kalau kayak The Meru itu 90 lebih. Kempinski Nusa Dua itu tinggi-tinggi, hampir 100,” jelasnya.
PHR Kabupaten/Kota Meningkat
Dampak peningkatan kunjungan tersebut juga terlihat dari penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) seluruh kabupaten/kota di Bali yang tercatat ikut meningkat.
“Memang pendapatan PHR itu meningkat. Semua kabupaten kota mengalami peningkatan. Berarti peningkatan jumlah wisman itu juga meningkatkan tingkat hunian hotel yang resmi, yang berbayar pajak,” tegasnya.
Koster menyebut sejumlah daerah mencatatkan peningkatan PHR tertinggi. “Yang paling tinggi peningkatannya itu Kabupaten Badung, Denpasar, Gianyar, Tabanan. Tinggi-tinggi itu pendapatannya,” katanya.
Isu Bali Sepi
Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan pariwisata Bali tetap menarik meskipun berbagai isu sempat merebak, seperti kemacetan, sampah, air, hingga perilaku turis.
“Bahwa berbagai isu yang muncul di Bali, macet lah, sampah lah, air lah, turis nakal lah. Tetapi kan saya sudah mulai melakukan penertiban, penataan. Memang hasilnya belum kelihatan,” ujar Koster.
Koster menilai, meskipun ada isu negatif yang berhembus demikian, namun kenyataanya, wisatawan mancanegara tetap banyak yang berkunjung ke Bali.
“Sebelumnya kan digoyang Bali sepi lah, tamunya nggak ada istilahnya. Ternyata banyak,” terang dia.
Ke depan, pada 2026 Pemprov Bali akan melanjutkan penataan pariwisata, termasuk penguatan infrastruktur yang diproyeksikan mulai terlihat hasilnya pada 2027.
