Suasana penyaluran bahan pokok kepada masyarakat di Denpasar. (Dok. Istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – Polda Bali menggelar bazar pangan murah serentak di seluruh wilayah Bali dengan menyalurkan sebanyak 16.000 kilogram atau 16 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kantor Perum Bulog Kantor Wilayah Bali tersebut dibuka langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia melalui sambungan video konferensi dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri Wakapolda Bali Brigjen I Made Astawa yang didampingi jajaran pejabat utama Polda Bali serta sejumlah pemangku kepentingan terkait untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar kepada sekitar 3.700 warga yang hadir.
Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Bali, Kombes Suwandi Prihantoro, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari gerakan pangan yang telah dilaksanakan pada tahun 2025. Saat itu, Polda Bali bahkan mampu melampaui target penyaluran hingga mencapai 135 persen.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Gerakan Pangan Murah yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Upaya Jaga Stabilitas Harga
Selain meringankan beban ekonomi masyarakat, bazar murah ini juga menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah melalui sinergi antara kepolisian, Bulog, serta instansi terkait.
Tidak hanya menyalurkan 16 ton beras, pasar murah tersebut juga menyediakan berbagai komoditas penting lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga telur ayam ras.
Selain penyediaan bahan pangan murah, Polda Bali melalui tim dokter dan kesehatan (Dokkes) juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang datang ke lokasi bazar.
“Harapan kita semua, bazar murah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Suwandi. (idr)
