Suasana kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang digelar Bawaslu Denpasar. (Dok. Istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar mulai mempersiapkan pengawasan Pemilu 2029 sejak dini melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).
Kegiatan tersebut digelar di Kantor Kesbangpol Kota Denpasar, Selasa (26/5/2026), dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemahasiswaan.
Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari organisasi GMNI, HMI, PMII, IMM, PMKRI, KMHDI, Menwa Ugracena, Bali Sruti, Kwarcab Gerakan Pramuka Denpasar, hingga perwakilan penyandang disabilitas dari Graha Nawasena.
Mahasiswa magang di Bawaslu Kota Denpasar juga turut dilibatkan dalam program tersebut.
Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, menegaskan pengawasan Pemilu dan Pilkada tidak dapat dilakukan hanya oleh penyelenggara, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi.
“Pengawasan dalam Pemilu dan Pilkada tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu adanya sinergitas dari berbagai elemen masyarakat demi menjaga demokrasi dan menciptakan Pemilu yang berintegritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan materi dalam kegiatan P2P dirancang secara teknis dan dikemas melalui diskusi komprehensif agar peserta memiliki bekal dalam pengawasan partisipatif pada Pemilu maupun Pilkada mendatang.
Tanamkan Pondasi Pengawasan Pemilu
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana mengatakan para peserta telah melalui sejumlah tahapan sebelum mengikuti diskusi tatap muka. Tahapan tersebut meliputi kickoff, pembelajaran mandiri, hingga penyusunan catatan kritis.
“Kami ingin menanamkan pondasi pengawasan kepemiluan kepada para peserta,” kata Hardy.
Anggota Bawaslu Kota Denpasar Dewa Ayu Agung Manik Oktariani menambahkan, terdapat enam materi utama dalam diskusi P2P, yakni teknis pencegahan pelanggaran, pelaporan dugaan pelanggaran, penyelesaian sengketa, pengembangan gerakan pengawasan partisipatif, penguatan jaringan, serta pengawasan berbasis digital.
Selain itu, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Para peserta juga diminta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bagian dari penguatan visi pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029 yang bermartabat.
Sebagai bentuk apresiasi, Bawaslu Kota Denpasar menetapkan tiga peserta terbaik dalam kegiatan P2P tahun ini, yakni Sri Sulandari dari Bali Sruti, I Nyoman Juniarta dari Graha Nawasena, dan Desak Putu Arini Putri, mahasiswa magang dari Universitas Udayana.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Denpasar berharap sinergi antara penyelenggara Pemilu dan masyarakat semakin kuat guna mewujudkan demokrasi yang partisipatif, jujur, dan berintegritas pada Pemilu 2029 mendatang.
