Gubernur Bali Wayan Koster saat terima audiensi Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Renon, Jumat (30/1/2026). (dok.istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Renon, Jumat (30/1/2026).
Pertemuan ini menegaskan penguatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Inggris di berbagai sektor strategis. Mulai dari pariwisata, transportasi, pengelolaan sampah, pendidikan, hingga ekonomi.
Dalam audiensi tersebut, Matthew Downing menyampaikan apresiasi atas perlindungan dan fasilitasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali kepada warga negara Inggris selama berada di Pulau Dewata.
“Pertemuan ini luar biasa. Kami berada di Bali dalam rangka konsulat gathering untuk bertemu para pemangku kepentingan daerah. Terima kasih atas perlindungan dan kerja sama yang sangat baik bagi warga negara kami,” ujarnya.
Ia mengungkapkan jumlah wisatawan Inggris yang berkunjung ke Bali terus menunjukkan tren positif. Tahun lalu tercatat sekitar 270 ribu wisatawan, dan diproyeksikan meningkat hingga 350 ribu orang pada 2026.
Pemerintah Inggris, lanjutnya, juga siap mendukung Bali dalam mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas. Melalui pendampingan studi kelayakan proyek transportasi berbasis teknologi digital. Sistem ini memungkinkan pemantauan pergerakan wisatawan secara real time, pemetaan titik kemacetan, hingga simulasi pembangunan infrastruktur baru.
Selain transportasi, Inggris menawarkan kerja sama di bidang pengelolaan sampah, mulai dari sistem daur ulang, pengolahan limbah, hingga edukasi perubahan perilaku masyarakat.
“Kami siap membantu melalui konsultan pengelolaan sampah, daur ulang, dan program edukasi masyarakat,” kata Downing.
Minat Skotlandia hingga Diplomasi Olahraga
Dalam pertemuan itu juga terungkap minat Pemerintah Skotlandia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Bali. Melalui misi dagang sektor whisky, makanan, dan kesehatan. Delegasi Skotlandia direncanakan akan bertemu langsung dengan Gubernur Bali.
Selain itu, Kementerian Pertahanan Inggris juga berencana mempererat hubungan bilateral melalui kegiatan olahraga bersama. Seperti pertandingan bulu tangkis dengan TNI, atlet muda Bali, serta OPD Pemprov Bali.
Kerja sama di bidang pendidikan, khususnya penguatan pembelajaran bahasa Inggris, juga menjadi komitmen lanjutan Pemerintah Inggris.
Wisatawan Eropa Dinilai Disiplin
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa pada 2025 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui jalur udara mencapai lebih dari 7 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.
“Wisatawan Inggris termasuk 10 besar kunjungan ke Bali. Wisatawan Eropa umumnya sangat baik, disiplin, dan tidak banyak menimbulkan masalah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pada 2024 total kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 13,9 juta orang, dengan 6,5 juta di antaranya berkunjung ke Bali. Angka tersebut terus meningkat pada 2025 dan diproyeksikan bertambah.
Meski masih terdapat pelanggaran oleh sebagian wisatawan asing, Pemprov Bali bersama Imigrasi telah melakukan penindakan tegas melalui deportasi.
“Sekarang pelanggaran wisatawan asing terus menurun. Untuk wisatawan Inggris, berdasarkan data, tidak ditemukan pelanggaran yang menonjol,” tegasnya.
Gubernur Koster menyebut tantangan utama Bali saat ini adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan perilaku wisatawan nakal. Pemerintah Provinsi Bali tengah mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah serta menyiapkan fasilitas waste to energy berkapasitas lebih dari 1.000 ton sampah per hari.
“Target saya, dua tahun ke depan persoalan sampah bisa diselesaikan, dan pada 2030 perubahan signifikan infrastruktur serta kemacetan sudah terlihat,” jelasnya.
Menutup pertemuan, Gubernur Koster mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Inggris dan berharap kolaborasi tersebut terus diperluas di berbagai sektor.
