Kebakaran di lahan kosong di Padangsambian, Denpasar Barat, Sabtu (18/4/2026). (dok: istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – Kebakaran melanda lahan kosong yang digunakan sebagai tempat pembuangan puing bangunan di Jalan Bukit Indah, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian, Denpasar Barat, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Api tak hanya menghanguskan bangunan bedeng, tetapi juga merembet hingga merusak pelinggih milik warga di sekitar lokasi.Kebakaran di lahan kosong di Padangsambian, Denpasar Barat, Sabtu (18/4/2026). (dok: istimewa) Kayak Andi nggak pernah boros tiba-tiba beli bo
Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh sisa pembakaran material bangunan yang dilakukan sehari sebelumnya.
“Dugaan sementara kebakaran disebabkan akibat dari sisa pembakaran sisa atau puing bangunan berupa kayu atau bambu yang dilakukan oleh pemilik. Api diduga masih menyimpan bara dan kembali menyala saat kondisi panas di siang hari,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat kebakaran tersebut. Namun kerugian material cukup signifikan, baik dari bangunan bedeng maupun pelinggih milik warga,” ujarnya.
Api Muncul Saat Lokasi Ditinggal
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Samsul Hadi (60), yang sehari-hari mengelola lokasi pembuangan puing. Ia datang ke lokasi sejak pagi, lalu meninggalkannya sekitar pukul 11.00 Wita untuk melaksanakan salat.
Saat kembali sekitar pukul 12.30 Wita, ia mendapati api sudah membesar.
“Api dengan cepat membesar karena banyak material mudah terbakar di lokasi, seperti kayu dan bambu sisa bangunan. Upaya pemadaman awal menggunakan alat sederhana tidak mampu mengendalikan api,” terang Adi.
Dalam kondisi panik, saksi sempat menyelamatkan dua unit sepeda motor dari dalam area yang terbakar.
Saksi lain, Gede Darti Yasa (61), juga melihat asap hitam pekat dari arah lokasi saat sedang berada di tempat usahanya. Api kemudian dengan cepat melalap bangunan bedeng sebelum petugas tiba.
Kebakaran juga berdampak pada pelinggih milik warga bernama Gede Dana Yasa (65). Atap pelinggih berbahan ijuk terbakar setelah api merembet dari lokasi utama.
“Api sempat merembet ke pelinggih warga di sekitar TKP. Namun berkat upaya cepat petugas pemadam kebakaran, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas lebih jauh,” kata dia.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Denpasar dikerahkan untuk menjinakkan api.
Polisi Amankan Terduga dan Selidiki Kasus
Akibat kejadian tersebut, satu bangunan bedeng dilaporkan hangus bersama sejumlah barang, seperti empat unit ponsel, televisi, dokumen penting, serta uang tunai sekitar Rp2 juta. Selain itu, kerusakan pelinggih ditaksir mencapai Rp10 juta.
Polisi telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mendatangi lokasi, mengamankan TKP, hingga memasang garis polisi.
“Saat ini pemilik aktivitas pembakaran telah diamankan ke Polsek Denpasar Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kami juga masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran,” tegas dia.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas pembakaran di area terbuka.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di area yang terdapat material mudah terbakar, guna mencegah kejadian serupa,” tutup Adi.
