Area bar yang hangus terbakar dan dipasangi police line. (dok.redaksi)
REALITASBALI | Denpasar selatan – Aktivitas sebuah arena biliar di kawasan Panjer, Denpasar Selatan, berubah menjadi kepanikan setelah api melalap hampir seluruh bagian dalam bangunan, Senin (9/2/2026) sore. Kebakaran diduga kuat dipicu gangguan instalasi listrik di area usaha tersebut.
Peristiwa terjadi di sebuah bar sekaligus arena biliar di Jalan Tukad Pakerisan. Api pertama kali terlihat membesar di bagian dalam ruangan sekitar pukul 15.30 WITA dan dengan cepat menjalar ke seluruh area usaha yang juga difungsikan sebagai kedai kopi.
Material interior yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan pada menit-menit awal. Sedikitnya 28 meja biliar dilaporkan hangus, sementara total kerugian material masih dalam pendataan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, menyebut keterangan awal pemilik bangunan mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai sumber api.
“Informasi awal dari pemilik, pemicunya diduga hubungan arus pendek. Api cepat menyala di dalam ruangan, tapi kami bergerak cepat sehingga perembetan ke bangunan sekitar bisa dicegah,” ujarnya di lokasi kejadian.
Percikan Api dari Kabel Mesin DJ
Keterangan tersebut diperkuat oleh salah satu karyawan arena biliar, Ketut Hendra (40). Saat kejadian, ia mengaku tengah membersihkan arena bersama beberapa rekan, dengan kondisi tempat baru menerima dua orang pengunjung.
“Awalnya muncul ledakan dan percikan api dari kabel yang tersambung ke mesin DJ, kemudian api cepat merambat ke seluruh arena biliar,” ungkap Hendra.
Menurutnya, api semakin sulit dikendalikan setelah menjalar ke material peredam suara berupa gabus di dinding ruangan. Upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) tidak membuahkan hasil.
“Karena api semakin membesar dan asap makin tebal, kami semua lari keluar dari ruangan,” katanya.
Setelah menerima laporan darurat, petugas pemadam mengerahkan delapan unit armada dari sejumlah pos. Unit pertama tiba di lokasi sekitar tujuh menit setelah laporan masuk, dengan Pos Damkar Juanda Renon sebagai pengendali awal.
“Fokus kebakaran ada di bagian dalam bangunan. Api berhasil dikuasai dan dilanjutkan dengan proses pendinginan,” kata Tirana.
Api dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 17.42 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, baik dari pengunjung maupun warga sekitar. Namun, satu petugas pemadam sempat terdampak asap pekat di dalam ruangan.
“Asap sangat tebal. Ada satu petugas yang sempat menghirup asap karena terlambat menggunakan alat bantu pernapasan. Sudah kami tangani dengan oksigen dan kondisinya membaik,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Selatan Agus Adi Apriyoga menyatakan kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Tidak ada korban jiwa. Penyebabnya masih lidik,” ujarnya singkat.
