Tersangka peredaran narkotika jenis etomidate di Bali. (dok.bnn)
REALITASBALI | Denpasar – Upaya peredaran narkotika di Bali kian adaptif mengikuti tren konsumsi masyarakat. Salah satu temuan terbaru, narkotika jenis etomidate diselundupkan melalui liquid rokok elektrik. Praktik ini terbongkar setelah Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali menyita ratusan cartridge vape dari seorang pria di wilayah Sidakarya, Denpasar Selatan.
Pengungkapan ini berawal dari kerja intelijen BNNP Bali yang mendeteksi pergerakan jaringan peredaran liquid etomidate di Denpasar. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan operasi penindakan di lapangan.
“Modus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika saat ini berkembang, salah satunya menggunakan media rokok elektrik. Dari hasil analisis intelijen, kami menemukan indikasi jaringan liquid etomidate yang beroperasi di wilayah Denpasar,” ujar Pelaksana Harian Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Provinsi Bali, Kombes Pol Tri Kuncoro, Senin (9/2/2026).
Pengungkapan dalam Jumlah Besar
Dalam operasi yang dilakukan pada Sabtu (7/2/2026), petugas mengamankan seorang pria berinisial RW alias Kris (44) di Jalan Kerta Dalam, Desa Sidakarya. Penangkapan tersebut menjadi pintu masuk pengungkapan jumlah barang bukti yang jauh lebih besar.
Saat penggeledahan rumah tersangka yang disaksikan warga setempat, petugas menemukan puluhan cartridge rokok elektrik yang diduga mengandung etomidate.
“Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka, kami menemukan 72 cartridge berisi cairan vape yang diduga mengandung etomidate,” kata Kombes Pol Kuncoro.
Pengembangan penyelidikan tidak berhenti di lokasi pertama. Dari hasil pemeriksaan, petugas memperoleh informasi bahwa tersangka masih menyimpan narkotika serupa di tempat lain. Sebuah rumah sewa yang berada tepat di seberang rumah tersangka kemudian digeledah.
“Di rumah sewa tersebut, petugas menemukan satu koper berwarna kuning yang berisi 600 cartridge liquid etomidate,” ungkapnya.
Etomidate merupakan narkotika golongan II yang sejatinya digunakan di dunia medis, terutama sebagai obat anestesi dalam tindakan operasi. Namun, zat ini memiliki efek sedatif dan hipnotik yang bekerja pada sistem saraf pusat dan berisiko menimbulkan ketergantungan jika disalahgunakan.
Kepada penyidik, RW mengakui seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya. Ia juga menyebut memperoleh liquid etomidate itu dari seorang warga negara asing yang dikenalnya dengan nama Stone.
Saat ini, tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor BNN Provinsi Bali. Penyidik masih mendalami jaringan pemasok serta jalur distribusi liquid etomidate tersebut.
