Gelaran PASSION #5 (KSPAN Suksma Championship #5) yang digelar Ekstrakurikuler Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) SMA Negeri 1 Sukawati pada Selasa (236/2026). (dok: istimewa)
GIANYAR, Realitas Bali – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya HIV/AIDS, NAPZA, dan pentingnya kesehatan reproduksi terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif. Salah satunya melalui kegiatan PASSION #5 (KSPAN Suksma Championship #5) yang digelar Ekstrakurikuler Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) SMA Negeri 1 Sukawati.
Gelaran ini berlangsung di SMAN 1 Sukawati, pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 siswa tingkat SMP dari berbagai kabupaten dan kota di Bali. Mengusung tema “Muda Berkarya Raih Juara” PASSION #5 menghadirkan sejumlah kompetisi edukatif. Mulai dari Lomba Tutor Sebaya, Cerdas Cermat, Poster, hingga Pidato.
Kepala SMAN 1 Sukawati, I Wayan Widia, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Namun juga sebagai sarana membangun karakter dan kesadaran remaja terhadap pentingnya menerapkan pola hidup sehat.
Menurutnya, PASSION #5 diharapkan mampu mempererat hubungan antar remaja di Bali. Sekaligus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan. Khususnya HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar remaja se-Bali. Mempelopori perilaku sehat sehingga menjadi generasi yang bebas dari HIV/AIDS dan narkoba. Serta meningkatkan persaingan yang sehat antar peserta,” ujarnya.
Para peserta nantinya akan memperebutkan gelar juara pada masing-masing kategori lomba. Mereka juga berkesempatan meraih penghargaan Juara Umum yang diberikan dalam bentuk piala bergilir, sertifikat, dan uang pembinaan.
Jadi Wadah Edukasi dan Penguatan Pemahaman Remaja
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Sukawati, Ni Wayan Nopi Sutantri, menjelaskan sekolah telah lama memiliki ekstrakurikuler KSPAN. Dan fokusnya pada edukasi HIV/AIDS, narkotika, NAPZA, dan kesehatan reproduksi bagi para siswa.
Ia menyebut penyelenggaraan PASSION juga tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali. Yang sudah terjalin sejak kegiatan tersebut pertama kali digelar.
Menurutnya, kompetisi yang diikuti pelajar SMP se-Bali ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan pemahaman mereka terkait berbagai isu kesehatan yang penting diketahui sejak usia remaja.
“Ajang PASSION ini menjadi wadah bagi siswa SMP se-Bali untuk menunjukkan pemahaman mereka terkait HIV/AIDS, NAPZA, serta kesehatan reproduksi. Kolaborasi dengan KPA Bali juga sudah berjalan sejak kegiatan ini pertama kali digelar,” katanya.
Dorong Generasi Muda Lebih Peduli Isu Kesehatan
Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, Anak Agung Patria Nugraha, mengatakan PASSION #5 telah menjadi agenda tahunan yang konsisten dilaksanakan oleh KSPAN SMAN 1 Sukawati.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah positif dalam meningkatkan partisipasi remaja untuk memahami isu kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, serta bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan yang kreatif dan kompetitif.
“Tujuan kegiatan ini adalah mempelopori perilaku sehat para remaja. Sehingga nantinya menjadi generasi yang bebas dari HIV dan narkoba. Kegiatan ini telah memasuki penyelenggaraan yang kelima pada tahun 2026,” ujarnya.
Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar di Bali sehingga kesadaran terhadap isu HIV/AIDS dan narkoba semakin meningkat di kalangan generasi muda.
“Kami berharap PASSION yang diselenggarakan SMAN 1 Sukawati ini memberikan dampak positif bagi remaja di Bali sehingga mereka semakin aware terhadap isu-isu kesehatan, khususnya HIV/AIDS dan narkoba,” pungkasnya.
