Turnamen sepak bola usia dini internasional Bali 7s 2026 kembali digelar di Bali United Training Center, Gianyar, pada 2–5 April 2026. (dok: istimewa)
REALITASBALI | Gianyar – Turnamen sepak bola usia dini internasional Bali 7s 2026 kembali digelar di Bali United Training Center, Gianyar, pada 2–5 April 2026. Ajang edisi ketiga ini mencatat peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun jangkauan negara.
Sebanyak 500 tim dari tujuh negara ambil bagian, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, dan Belanda. Total peserta mencapai sekitar 8.000 pemain yang bertanding dalam berbagai kategori usia, mulai dari U8 hingga Women dan Pro.
Penyelenggaraan tahun ini menunjukkan ekspansi turnamen yang tak lagi terbatas di kawasan Asia, tetapi mulai merambah Eropa. Dukungan juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI serta PSSI.
Direktur Turnamen Bali 7s 2026, Yabes Tanuri, menyebut jumlah peserta terus meningkat sejak edisi perdana. Pada 2024, tercatat 225 tim dengan 3.150 peserta. Angka tersebut naik menjadi 389 tim dengan 6.334 peserta pada 2025, dan kini mencapai 500 tim di 2026.
“Tidak lupa juga dukungan penuh yang diberikan oleh Kemenpora Republik Indonesia dan PSSI untuk dukungan atas terselenggaranya turnamen sepak bola usia muda kali ketiga ini. Sebagai informasi, pada edisi kali ini, terdapat 39 lapangan pertandingan dengan jumlah tim peserta sebanyak 500 yang diikuti oleh 7 negara dengan total 8.000 peserta yang berkompetisi di segala kategori usia,” ujar Yabes.
Ia berharap turnamen ini menjadi wadah pembinaan bagi pemain muda menuju level profesional.
“Harapannya, turnamen ini bisa menjadi ajang pengembangan generasi muda untuk menjadi pesepak bola profesional di masa depan, salah satunya mencetak pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” lanjutnya.
Selain pertandingan, Bali 7s juga menghadirkan konsep hiburan keluarga. Sebanyak 42 tenant UMKM turut meramaikan area food and beverages, sehingga menciptakan suasana sportainment yang menyasar pengunjung lintas usia.
Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Turnamen ini dinilai tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet muda, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata Bali. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping memberi efek langsung terhadap okupansi akomodasi, konsumsi, hingga sektor ekonomi kreatif.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan Bali 7s.
“Di sini mereka bukan sekadar mengasah bakat dan merasakan atmosfer pertandingan di lapangan, tapi juga membentuk karakter sportif, menjalin persahabatan dan persaudaraan dengan para peserta lintas negara dan budaya,” ungkapnya.
Ia menilai ajang ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kompetisi usia dini berskala internasional yang berkualitas.
“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini turut memberikan dampak bagi perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif. Kami meyakini bahwa ajang seperti ini memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sport tourism di Indonesia,” tambah Erick.
Dengan dukungan berbagai pihak, Bali 7s diharapkan terus berkembang sebagai platform pembinaan sepak bola usia dini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia.
