Pembukaan posko angkutan laut Lebaran 2026. (Dok. Istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa menyiagakan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di tiga pelabuhan utama di Bali guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang selama periode mudik hingga arus balik.
Kepala KSOP Kelas II Benoa, Aprianus Hangki, mengatakan pembentukan posko tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
“Melalui Kementerian Perhubungan, Ditjen Hubla telah menyiagakan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Bali, kami membuka posko di tiga pelabuhan, yaitu Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Sanur, dan Pelabuhan Serangan,” ujar Hangki usai membuka posko pelayanan angkutan Lebaran 2026 di Denpasar, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, fokus utama pelayanan angkutan laut tahun ini adalah memastikan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan bagi penumpang yang menggunakan transportasi laut.
Untuk mendukung hal tersebut, KSOP Benoa memastikan seluruh kapal yang beroperasi di tiga pelabuhan tersebut telah menjalani ramp check atau pemeriksaan kelaikan berlayar.
“Semua armada yang beroperasi sudah diperiksa tim kami dari aspek keselamatan, keamanan pelayaran, dan dinyatakan laik berlayar,” jelasnya.
Armada KSOP Benoa
Berdasarkan data KSOP Benoa, jumlah armada yang beroperasi terdiri dari tiga kapal Pelni di Pelabuhan Benoa, 12 kapal di Pelabuhan Serangan, serta 67 kapal di Pelabuhan Sanur.
Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode Lebaran, KSOP Benoa juga menyiapkan sebanyak 26 kapal cadangan.
Di sisi lain, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga terus ditingkatkan guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.
Hangki menegaskan setiap nahkoda kapal wajib melakukan analisis kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Nahkoda juga wajib melakukan analisa cuaca berdasarkan informasi BMKG. Jika kondisi cuaca ekstrem, maka keberangkatan kapal akan ditunda sampai cuaca membaik,” katanya.
Aktivitas Penumpang
Sementara itu, aktivitas penumpang di Pelabuhan Sanur tercatat menjadi yang paling ramai dengan pergerakan mencapai sekitar 4.000 orang per hari.
Untuk memastikan operasional berjalan lancar, Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 turut melibatkan berbagai instansi lintas sektor seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan provinsi dan kota, Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan, hingga operator pelayaran seperti Pelni dan Pelindo. (idr)
