Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri pelantikan Ketua NCPI Bali. (Dok. Istimewa)
REALITASBALI |Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Dewan Pengurus Wilayah Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali untuk bersama-sama menjaga ekosistem pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Pulau Dewata.
Ajakan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan DPW NCPI Bali periode 2025–2030 yang digelar di Bali International Hospital, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Rabu (18/2/2026).
Koster menegaskan, sektor pariwisata memiliki peran dominan dalam perekonomian Bali dengan kontribusi mencapai sekitar 66 persen.
“Jangan main-main dengan Bali. Kecil pulaunya, kecil penduduknya, tapi khasiatnya besar. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Bali mencapai 66 persen. Karena itu pariwisata Bali harus kita rawat baik-baik,” ujar Koster.
Ia menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan sektor strategis tersebut agar tetap menjadi penopang utama ekonomi daerah.
Soroti Ketimpangan Infrastruktur
Di sisi lain, Koster mengungkapkan pihaknya tengah intens berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk kementerian terkait perencanaan, pekerjaan umum, dan perhubungan, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Bali.
Berdasarkan data tahun 2024, Bali menyumbang devisa sebesar Rp167 triliun dari total Rp312 triliun nasional, atau sekitar 53,6 persen.
Namun, menurutnya, alokasi pembangunan infrastruktur melalui APBN masih bersifat normatif dan belum mempertimbangkan kebutuhan spesifik daerah.
“Saya lama di Badan Anggaran DPR selama tiga periode. Belum ada rumusan yang memperhatikan kebutuhan daerah secara spesifik sesuai karakter daerah,” katanya.
Ia menegaskan, Bali tidak bisa membangun infrastruktur skala besar hanya mengandalkan APBD, sementara kontribusinya terhadap nasional sangat signifikan.
Ancaman Alih Fungsi Lahan
Selain infrastruktur, Koster juga menyoroti laju alih fungsi lahan di Bali yang mencapai 600–700 hektare per tahun. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam ketahanan pangan dan keberlangsungan sistem subak.
“Kalau tidak kita kendalikan, alih fungsi lahan ini akan mengancam sumber pangan dan subak kita semakin tergerus. Saya tidak ingin Bali bergantung pada sumber pangan dari luar karena itu membahayakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, ke depan pemerintah daerah akan memprioritaskan kemandirian pangan, air, dan energi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan Bali.
Dorongan Kolaborasi Pariwisata
Sementara itu, Ketua NCPI Bali, Agus Maha Usadha, menyatakan bahwa infrastruktur menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.
Ia menyebutkan, kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 mencapai 7,05 juta orang dan berpotensi terus meningkat jika didukung infrastruktur yang memadai.
Melalui agenda Bali Economic Investment Forum 2026, pihaknya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan visi untuk memperkuat posisi strategis Bali di tingkat nasional.
“Kita ingin menyuarakan visi yang sama dan mendampingi pemerintah menjadi strategic bargaining untuk pusat. Infrastruktur ini harus kita dorong bersama, hand in hand seluruh stakeholder,” katanya. (idr)
