Ketum KONI Pusat Marciano Norman saat mengunjungi legenda tinju Pino Bahari. (Dok. Istimewa)
REALITASBALI | Denpasar — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menjenguk legenda tinju Indonesia, Pino Bahari, di kediamannya di Denpasar, Kamis (14/5/2026), sebagai bentuk dukungan moril atas kondisi kesehatan mantan petinju nasional tersebut.
Pino diketahui tengah menjalani masa pemulihan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar, pada 13 April 2026.
Dalam insiden itu, ia mengalami patah tulang engkel kiri dan retak tulang rusuk hingga harus menjalani operasi sebelum akhirnya diperbolehkan pulang untuk rawat jalan di rumah.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir salah satu atlet binaan Pino, Julio Bria, petinju Bali berdarah Nusa Tenggara Timur yang pernah meraih medali emas SEA Games Palembang.
Saat ini Julio juga aktif sebagai pelatih tinju Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Bali.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Marciano berharap kondisi Pino segera membaik sehingga dapat kembali aktif membina atlet tinju nasional.
“Semoga kondisi fisik Pino membaik dan dapat kembali beraktivitas. Legenda tinju seperti Pino diharapkan terus melahirkan atlet-atlet hebat,” ujar Marciano.
Pada kesempatan itu, Pino juga menyampaikan harapannya terkait perlindungan bagi atlet berprestasi, termasuk regulasi dana pensiun bagi mantan atlet nasional.
Menanggapi hal tersebut, Marciano menegaskan KONI Pusat berkomitmen memperjuangkan dukungan yang lebih baik bagi atlet setelah pensiun dari dunia olahraga.
Selain itu, Marciano turut mendorong para tokoh dan pengusaha untuk memberikan perhatian kepada para legenda olahraga Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa.
Kiprah Pino Bahari
Pino Bahari lahir di Denpasar pada 15 Oktober 1972 dan merupakan putra dari pelatih tinju legendaris Daniel Bahari. Ia mulai berlatih tinju sejak usia lima tahun.
Dua adiknya, Nemo Bahari dan Daudy Bahari, juga dikenal sebagai petinju berprestasi di tingkat internasional.
Sepanjang kariernya, Pino mencatat sederet prestasi membanggakan, di antaranya medali emas Asian Games Beijing 1990, medali perak SEA Games 1991, 1993, dan 1995, serta medali perunggu SEA Games 1989.
Ia juga pernah mewakili Indonesia pada Olimpiade Barcelona 1992. Pino sempat diproyeksikan tampil di Olimpiade Atlanta 1996, namun batal akibat cedera tulang belakang.
Usai pensiun sebagai atlet, Pino tetap aktif membina petinju nasional. Sejumlah petinju ternama seperti Chris John dan Daud Yordan pernah mendapat pembinaan darinya hingga sukses menorehkan prestasi di level dunia. (idr)
