Suasana peluncuran program JAGA Bawaslu Bali. (Dok: Istimewa)
REALITASBALI | Klungkung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali resmi meluncurkan program JALA Bawaslu Bali (Jaga Alam dan Lingkungan) di Pantai Goa Lawah, Kabupaten Klungkung, Jumat (10/4/2026) pagi.
Peluncuran program tersebut dihadiri jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Bali serta melibatkan berbagai stakeholder di Kabupaten Klungkung.
Kegiatan diawali dengan pelepasan burung merpati dan dilanjutkan aksi bersih-bersih pantai sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menyampaikan bahwa JALA Bawaslu Bali merupakan gerakan kolektif yang bertujuan mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.
“JALA Bawaslu Bali sejalan dengan program Bawaslu RI yaitu Jumat Sehati dan Jumpa Berlian. Kami tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, namun juga tetap tetap memperhatikan kelestarian alam dalam menjalankan tugas-tugasnya,” jelas Suguna.
Selaras Program Pemerintah
Menurutnya, program ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali, sehingga Bawaslu tidak hanya berperan dalam pengawasan pemilu, tetapi juga menunjukkan integritas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Suguna menambahkan, pelaksanaan JALA Bawaslu Bali berlandaskan nilai Catur Jaga yang mencakup hubungan dengan Tuhan, keharmonisan dengan peserta pemilu dan masyarakat, keharmonisan dalam keluarga, serta menjaga marwah kelembagaan.
“Catur Jaga kita kolaborasikan dengan Panca Jaga yang telah kita canangkan di Bawaslu Bali, termasuk menjaga lingkungan dan alam Bali,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Bawaslu.
Momentum tersebut dimaknai tidak hanya sebagai refleksi kelembagaan, tetapi juga penguatan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
“Rangkaian ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-18 Bawaslu. Hari ini kita kaitkan dengan bagaimana kita menjaga lingkungan di Bali,” ungkapnya.
Tak Sekadar Seremonial
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program JALA Bawaslu Bali tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh seluruh Bawaslu kabupaten/kota di Bali.
“Ini adalah gerakan berkelanjutan. Setiap kabupaten/kota akan menggelar kegiatan serupa, sehingga program pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Bali dapat diimplementasikan oleh Bawaslu sebagai lembaga yang bermarwah,” tambahnya.
Meski dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran dan efisiensi, Suguna memastikan semangat menjaga lingkungan tetap menjadi prioritas.
“Walaupun tanpa anggaran dan dalam kondisi efisiensi, semangat kita dalam menjaga alam Bali tetap kita tunjukkan,” pungkasnya. (idr)
