Pelepasan murid Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) se-Provinsi Bali di Overseas Training Center (OTC) Bali, Gianyar, Selasa (27/1/2026). (dok.istimewa)
REALITASBALI | Gianyar – Lebih dari seribu murid Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) se-Provinsi Bali dilepas untuk bekerja di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Turki, serta sejumlah negara Eropa. Pelepasan berlangsung di Overseas Training Center (OTC) Bali, Gianyar, Selasa (27/1/2026).
Para lulusan tersebut merupakan peserta program pendidikan nonformal di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang difokuskan pada sektor perhotelan dan pariwisata.
Penanggung Jawab LKP OTC Bali, I Wayan Rediyasa, mengatakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri merupakan hasil dari pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri global.
“Fokus kami di bidang perhotelan dan tiap tahun rutin melatih peserta didik dengan kebutuhan industri. Tahun lalu kami mengirimkan 3.000 lulusan ke luar negeri. Tahun ini terdapat 1.000 lulusan yang berkarier ke luar negeri untuk batch pertama,” ungkap Rediyasa.
Dampak Ekonomi
Ia menilai keberhasilan tersebut memberi dampak ekonomi langsung bagi keluarga para lulusan. Sekaligus jug memperkuat citra sumber daya manusia Indonesia di dunia internasional.
Direktur LKP OTC Denpasar, Ngakan Putu Perwita, menjelaskan bahwa program pendidikan dirancang selama satu tahun. Program tersebut terdiri dari enam bulan pembelajaran teori dan enam bulan praktik kerja atau magang di industri.
Menurutnya, sistem tersebut membuat banyak peserta langsung direkrut secara permanen bahkan sebelum masa magang berakhir.
“Kualitas kinerja mereka dianggap sebagai ‘latihan terbaik’ oleh industri. Jurusan kuliner dan tata graha (housekeeping) saat ini menjadi yang paling diminati, baik untuk penempatan di hotel berbintang maupun kapal pesiar mewah,” ujar Ngakan.
3000 Peserta Ikut Pendidikan
Ia menambahkan, sepanjang 2025 hampir 3.000 peserta didik mengikuti pendidikan di jaringan LKP OTC. Jumlah terbanyak berada di cabang Denpasar.
Salah satu lulusan, Ni Komang Sinta Ami dari jurusan kuliner OTC Klungkung, mengaku pelatihan yang dijalaninya mengubah arah kariernya. Sinta yang sebelumnya menempuh pendidikan Front Office di SMK kini akan berangkat bekerja pada Maret 2026.
“Dunia dapur itu keras, butuh mental dan fisik yang kuat. Kita tidak boleh ‘baper’ atau terlalu sensitif. Moto saya hanya satu: siap tidak siap, harus siap,” ujar Sinta.
Hal serupa disampaikan Ni Kadek Permata Sari yang akan bekerja di Amerika Serikat. Ia merasa pendidikan perhotelan di LKP memberinya kepercayaan diri dan keterampilan kerja.
“Sebelum mengikuti kursus, saya merasa memiliki keterbatasan dalam keterampilan. Namun, setelah menimba ilmu di sini, cara pandang saya terhadap dunia kerja berubah total. Hal itulah yang memantapkan langkah saya untuk bekerja di luar negeri, tepatnya di Amerika Serikat,” tuturnya.
Sementara Leo, lulusan LKP Taruna Samudra, dijadwalkan berangkat ke Turki pada Februari 2026 untuk bekerja di sektor perhotelan.
“Bergabung dengan LKP adalah cara saya mengejar mimpi. Manfaat paling nyata yang saya rasakan adalah pelatihan pariwisata yang lebih mendalam, serta kepemilikan sertifikat dan akses legal untuk bekerja di luar negeri,” ungkap Leo.
Modal Pembangunan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, berharap pengalaman internasional para lulusan dapat menjadi modal pembangunan saat kembali ke Indonesia.
“Saya berharap, sekembalinya ke tanah air nanti, kontribusi dan pengalaman internasional yang saudara-saudara dapati dapat dipersembahkan demi kemajuan negeri tercinta ini,” pungkasnya.
