Gubernur Bali Wayan Koster dan Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu. (Dok. Istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi realisasi investasi di Provinsi Bali dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi yang masuk ke Bali sepanjang periode 2021–2025 mencapai Rp123,65 triliun.
Dari total tersebut, kontribusi PMA tercatat sebesar Rp72,83 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp48,83 triliun.
Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan investasi yang cukup signifikan, terutama dalam tiga tahun terakhir.
“Ini angka pertumbuhan year-on-year cukup tinggi, signifikan sekitar 17,2 persen. Memang PMA itu angkanya lebih tinggi daripada PMDN, kurang lebih sekitar 3 tahun ke belakang, semenjak tahun 2023.
“Artinya, 3 tahun belakangan ini agresif dunia usaha luar atau asing itu melakukan investasi di Bali,” ujar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (22/1/2026).
Singapura Penyumbang PMA Terbesar
Berdasarkan negara asal, Singapura menjadi penyumbang PMA terbesar di Bali dengan nilai investasi mencapai Rp9,74 triliun.
Selanjutnya disusul Australia sebesar Rp9,42 triliun, Rusia Rp9,16 triliun, Prancis Rp6,68 triliun, dan Hongkong Rp4,21 triliun.
Sementara itu, mengacu pada data Nomor Induk Berusaha (NIB), jumlah proyek PMA di Bali selama lima tahun terakhir tercatat mencapai 55.458 proyek.
“Ini merupakan (bentuk) kepercayaan dunia internasional untuk berinvestasi di Bali,” ungkap Todotua.
PMA dan PMDN Jadi Sumber Pendapatan
Dari sisi sektor usaha, kontribusi terbesar investasi PMA dan PMDN berasal dari sektor hotel dan restoran dengan nilai Rp35,7 triliun atau sekitar 29 persen.
Disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp34,9 triliun (28 persen), jasa lainnya Rp20,5 triliun (17 persen), serta perdagangan Rp12,2 triliun atau 10 persen.
Dengan realisasi tersebut, Bali menempati peringkat ke-15 nasional dalam kontribusi realisasi investasi. Namun demikian, Bali berada di peringkat pertama sebagai provinsi dengan kontribusi investasi tertinggi di sektor pariwisata.
Masalah PMA di Bali
Di balik tingginya realisasi investasi, Todotua Pasaribu juga menyoroti berbagai persoalan yang menyertai pertumbuhan PMA di Bali.
Salah satunya adalah masuknya warga negara asing ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti rental motor, salon, fotografi, pedagang eceran, hingga warung.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah PMA yang menyalahgunakan klasifikasi lahan dan perizinan usaha.
“Kami sudah melakukan monitoring pengendalian mulai dari Desember 2024. Total sampai dengan saat ini, kurang lebih ada sekitar 623 pelaku usaha, baik PMA maupun PMDN yang kami sudah cabut izin.
“Ada juga beberapa pengawasan terhadap badan usaha, ini terdiri bentuknya peringatan tertulis pertama, peringatan pertama dan terakhir, serta penghentian sementara,” jelasnya.
Syarat Pengajuan PMA
Todotua menambahkan, terdapat tiga persyaratan utama yang wajib dipenuhi PMA untuk memperoleh sertifikat laik fungsi, yakni izin lokasi, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta izin AMDAL.
Namun di lapangan, masih banyak usaha yang telah beroperasi sebelum seluruh perizinan tersebut dipenuhi.
“Beberapa kejadian yang kami temukan sekitar 682 vila. Pada saat kami tanya, ternyata tidak diberi izin melakukan pembangunan. Pada ujungnya yang begini-begini tidak masuk ke dalam pendapatan asli daerah (PAD),” ungkapnya.
Lebih lanjut, Todotua juga menyoroti praktik penggunaan virtual office oleh PMA yang hanya dimanfaatkan untuk memenuhi persyaratan administrasi dan memperoleh KITAS Investasi, tanpa aktivitas usaha yang nyata. Selain itu, ditemukan pula praktik nominee, yakni penggunaan nama warga negara Indonesia sebagai pemegang saham.
“Seharusnya dia memiliki kantor, tetapi dia hanya memakai virtual office. Habis itu dia nanti bikin usahanya rental motor, warung eceran, salon, dan lain-lain. Ini juga menjadi concern karena memang kami punya komitmen untuk menjaga kegiatan berusaha teman-teman UMKM,” tegas Todotua.
