Suasana pelantikan APTISI Bali, Jumat (9/1/2026). (Dok. Istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – Kepengurusan baru Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Bali Masa Bakti 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Jumat (9/1/2026) pagi.
Pelantikan ini menandai dimulainya era baru penguatan peran perguruan tinggi swasta (PTS) di Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua Umum APTISI Pusat M. Budi Djatmiko, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII (Bali dan NTB), serta perwakilan berbagai instansi pendidikan tinggi di Bali.
Dalam sambutannya, Pj Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus APTISI Bali periode 2025–2030.
Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta.
“Terpilihnya kepengurusan baru APTISI Bali kami harapkan dapat menjadi momentum terjalinnya kolaborasi yang semakin strategis antara Pemerintah Kota Denpasar dan instansi pendidikan tinggi baik negeri maupun swasta,” tutur Eddy Mulya.
Sementara itu, Ketua APTISI Provinsi Bali Masa Bakti 2025–2030, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum, menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial.
Menurutnya, momentum ini merupakan awal dari tanggung jawab kolektif untuk meningkatkan kualitas PTS di Bali.
“Pelantikan kepengurusan APTISI Masa Bakti 2025-2030 bukan sekedar seremonial semata melainkan awal tanggung jawab kolektif guna meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi Swasta (PTS),” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks, terutama di tengah percepatan digitalisasi. Perguruan tinggi, kata Made Suarta, dituntut menjadi motor penggerak inovasi di bidang pendidikan.
“Menghadapi tantangan yang semakin kompleks ini termasuk digitalisasi, Perguruan Tinggi dituntut sebagai pelopor inovasi dalam bidang pendidikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Made Suarta menekankan pentingnya penguatan komitmen dan sinergi lintas sektor, baik dengan pemerintah maupun dunia usaha, guna memastikan seluruh program strategis APTISI dapat berjalan optimal.
“Astungkara semua program dapat kami jalankan dengan baik,” tutupnya. (idr)
