Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengunjungi tiga desa di Kabupaten Buleleng, Rabu (5/8/2026), dalam Program Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi. (dok: istimewa)
RealitasBali | BULELENG – Program Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi kembali menyapa masyarakat Bali. Kali ini, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengunjungi tiga desa di Kabupaten Buleleng, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Desa Tejakula dan Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, serta Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Masyarakat mendapatkan bantuan sosial, layanan kesehatan gratis hingga edukasi pengolahan pangan lokal.
Ny. Putri Koster mengatakan, Bergerak dan Berbagi merupakan program lanjutan yang telah dijalankan TP PKK Provinsi Bali pada periode sebelumnya. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran PKK sebagai penggerak masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami hadir untuk menyapa sekaligus mengajak masyarakat bergerak. Bergerak artinya mengetahui apa yang harus dilakukan, mendukung program kepala desa, bupati, hingga visi dan misi Gubernur Bali. PKK tidak hanya mengajak, tetapi juga memberi contoh melalui aksi nyata,” ujarnya.
Dorong Masyarakat Aktif Bergerak
Selain Bergerak dan Berbagi, TP PKK Provinsi Bali juga menjalankan program Berbelanja dan Berbagi yang dilakukan secara bergiliran di kabupaten/kota, termasuk Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu.
Ny. Putri Koster juga mengajak masyarakat kembali memperhatikan kebersihan lingkungan dengan memulainya dari rumah masing-masing.
“Tujuannya adalah menggugah kesadaran masyarakat untuk meluangkan waktu membersihkan lingkungan, dimulai dari rumah masing-masing. Budaya ini perlu dibangkitkan karena belakangan ini waktu masyarakat banyak tersita akibat penggunaan gawai secara berlebihan,” jelasnya.
Garam Tradisional Tejakula Jadi Potensi Ekonomi
Dalam kunjungannya ke Desa Tejakula, Ny. Putri Koster turut menyoroti perkembangan pengelolaan garam tradisional yang dinilai semakin maju setelah adanya regulasi Pemerintah Provinsi Bali mengenai tata kelola garam tradisional.
Regulasi tersebut dinilai membuka peluang pemasaran yang lebih luas karena garam tradisional Bali telah memiliki izin edar. Produk tersebut bahkan dapat dimanfaatkan oleh sektor perhotelan dan restoran.
“Restoran dan hotel kini banyak menggunakan garam tradisional Bali karena rasanya lebih gurih dan kaya. Ini menjadi peluang besar bagi petani garam Tejakula,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardani Sudjitra mengapresiasi konsistensi TP PKK Provinsi Bali yang terus menyambangi masyarakat di berbagai kabupaten/kota melalui program sosial tersebut.
Menurutnya, arahan dan program TP PKK Provinsi Bali telah diterapkan di Buleleng, mulai dari bantuan sosial, ketahanan pangan keluarga, pengolahan pangan lokal hingga pengelolaan sampah berbasis sumber.
Ribuan Bantuan Disalurkan
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali bersama TP PKK Kabupaten Buleleng dan perangkat daerah terkait menyerahkan bantuan kepada masyarakat di tiga lokasi.
Bantuan utama yang disalurkan terdiri dari 4.500 kilogram beras, 300 krat telur, dan 300 kotak susu. Penerima manfaat meliputi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, serta kader PKK.
Di masing-masing lokasi juga disalurkan 50 paket Gemarikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali serta 10 paket sembako dari Dinas Sosial, PPPA Provinsi Bali.
PD IBI Provinsi Bali turut menyerahkan paket susu untuk masing-masing 10 balita dan 10 ibu hamil. Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Bali memberikan 20 paket multivitamin untuk masing-masing 10 balita dan 10 lansia.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyalurkan 50 pak telur serta 1.000 bibit cabai. Adapun Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali memberikan 50 bibit pohon.
Ada Layanan Kesehatan hingga Pelatihan Masak
Aksi sosial tersebut juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga medis dari rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali.
Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis hingga vitamin.
Tak hanya bantuan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan memasak yang diberikan Bali Chef Community kepada ibu-ibu PKK dan remaja. Bahan pangan lokal digunakan dalam pelatihan tersebut untuk mendorong ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Melalui program Bergerak dan Berbagi, TP PKK Provinsi Bali mendorong masyarakat untuk terlibat lebih aktif dalam pembangunan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial. (rka)
