Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakorkesda) Bali yang digelar di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Selasa (21/7/2026). (dok: istimewa)
DENPASAR, Realitas Bali – Bali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat transformasi sistem kesehatan melalui enam pilar utama yang menjadi arah kebijakan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakorkesda) Bali yang digelar di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Selasa (21/7/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., mengatakan transformasi sistem kesehatan mengacu pada Permenkes Nomor 15 Tahun 2022 dan diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“Semua ini adalah capaian program prioritas nasional yang sudah dan sedang berjalan di Bali. Kami terus berupaya agar seluruh target dapat terwujud sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan,” ujar Anom.
Rakorkesda Bali diikuti Kelompok Ahli Percepatan Pembangunan Bidang Kesehatan, kepala dinas kesehatan kabupaten/kota se-Bali, direktur rumah sakit daerah, serta pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
Rakorkesda Bali Fokus pada Enam Pilar Transformasi Sistem Kesehatan
Dalam Rakorkesda Bali, Anom menjelaskan enam pilar transformasi sistem kesehatan yang menjadi prioritas nasional. Pilar tersebut meliputi transformasi layanan primer yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. Selain itu transformasi layanan rujukan untuk meningkatkan akses dan mutu rumah sakit. Serta transformasi sistem ketahanan kesehatan guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi.
Selain itu, pemerintah juga mendorong transformasi pembiayaan kesehatan agar pendanaan lebih berkelanjutan, transformasi sumber daya manusia kesehatan melalui penambahan tenaga medis, serta transformasi teknologi kesehatan melalui digitalisasi layanan dengan platform SatuSehat.
Menurutnya, enam pilar tersebut menjadi fondasi dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih tangguh, merata, dan berkualitas di Bali.
Rakorkesda Bali Bahas Empat Program Prioritas Kesehatan Daerah
Selain membahas transformasi sistem kesehatan nasional, Rakorkesda Bali juga mengevaluasi empat program tematik yang menjadi implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Program tersebut meliputi pemberian insentif Nyoman-Ketut yang kini memasuki tahap finalisasi rancangan peraturan gubernur, program Satu Desa Satu Klinik melalui transformasi Puskesmas Pembantu menjadi Klinik Pratama, program pola hidup bahagia dan pola hidup sehat bagi krama Bali, serta penguatan pelayanan kesehatan tradisional.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga tengah mengembangkan industri herbal tradisional sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan kearifan lokal.
“Program ini bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat, mengembangkan produk lokal, mengonversikan kearifan lokal, serta mendukung program kesehatan nasional,” jelas Anom.
Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan Transformasi Sistem Kesehatan di Bali
Anom menegaskan Rakorkesda Bali merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, organisasi profesi, institusi pendidikan, hingga seluruh pemangku kepentingan bidang kesehatan.
Menurutnya, sektor kesehatan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan pola penyakit, pemerataan tenaga kesehatan, transformasi digital, hingga pembiayaan layanan kesehatan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
Ia menambahkan pembangunan kesehatan di Bali harus selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan pelayanan publik, pelestarian lingkungan, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
“Mari kita jadikan Rakorkesda Bali sebagai momentum memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan berkualitas bagi seluruh masyarakat Bali,” pungkasnya. (rka)
