Foto di kawasan Estuary Dam Tanah Kilap, Denpasar. (dok: istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan menampilkan tumpukan sampah di kawasan Estuary Dam Tanah Kilap, Denpasar. Pemerintah menegaskan kondisi yang terlihat dalam video tersebut tidak menggambarkan situasi terkini di lokasi.
Kepala Dinas KLH Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung setelah video yang diunggah akun Instagram infobalinese.id ramai diperbincangkan. Video tersebut menarasikan bahwa kawasan Estuary Dam Tanah Kilap dipenuhi sampah kiriman setelah hujan mengguyur Kota Denpasar.
Menurut Arbani, kondisi yang terekam dalam video kemungkinan terjadi pada waktu tertentu ketika debit air meningkat dan membawa sampah dari wilayah hulu sungai.
“Video yang beredar kemungkinan diambil pada momen tertentu saat terjadi peningkatan debit air dan kiriman sampah dari hulu. Namun kondisi tersebut bersifat sementara dan telah ditangani oleh petugas di lapangan,” jelasnya di Denpasar, Jumat (24/4/2026).
KLH Tunjukkan Kondisi Terkini
Sebagai bentuk klarifikasi, KLH Provinsi Bali merilis video pembanding yang menampilkan kondisi terbaru Estuary Dam Tanah Kilap. Rekaman tersebut dilengkapi informasi tanggal serta titik koordinat lokasi untuk memastikan keakuratan dokumentasi.
Dalam video yang dirilis pemerintah, area Estuary Dam terlihat bersih dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi berjalan normal. Bahkan sejumlah warga tampak memanfaatkan kawasan tersebut untuk memancing.
Arbani menegaskan upaya penanganan sampah di kawasan itu terus dilakukan secara rutin. Kegiatan pembersihan dikoordinasikan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan wilayah sungai.
Masyarakat Diminta Bijak Menyikapi Informasi
KLH Bali juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu kondisi hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. Informasi yang tidak disertai konteks waktu dan kondisi lapangan berpotensi menimbulkan persepsi yang kurang tepat.
“Peran masyarakat sangat penting, tidak hanya dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya, tetapi juga dalam menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Bali menegaskan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan sampah. Terutama di kawasan aliran sungai dan pesisir yang kerap menjadi titik penumpukan sampah kiriman saat musim hujan.
Selain penanganan di lapangan, edukasi kepada masyarakat dinilai tetap menjadi kunci untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya sekaligus menjaga kualitas lingkungan di Bali.
