Anto Ariyanto - Regional Micro Banking Head BRI Region Denpasar saat media gathering bersama sejumlah wartawan di Denpasar (19/5/2026). (dok.istimewa)
REALITASBALI | Denpasar – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office Denpasar mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp4,272 triliun hingga April 2026. Dana tersebut disalurkan kepada 76.083 debitur di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyaluran KUR itu menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperluas akses pembiayaan. Sekaligus juga mendorong produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai sektor usaha.
Regional Micro Banking Head BRI Region Denpasar, Anto Ariyanto, mengatakan penyaluran KUR hingga April 2026 masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran dengan porsi 34,9 persen. Selanjutnya sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar 24,7 persen, sektor jasa 14,9 persen, serta sektor industri 11,1 persen dari total penyaluran.
Dari sisi wilayah, Provinsi Bali menjadi daerah dengan penyaluran terbesar yakni Rp2,516 triliun atau sekitar 58,90 persen. Posisi berikutnya ditempati NTB sebesar Rp969,19 miliar atau 22,69 persen dan NTT sebesar Rp786,586 miliar atau 18,41 persen.
Menurut Anto, akses pembiayaan yang lebih mudah melalui program KUR memberi peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Dan juga memperluas lapangan kerja, hingga memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Fokus Penguatan UMKM
BRI menilai penyaluran KUR tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan. Namun juga bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan program pemerintah dalam pemberdayaan UMKM dan pemerataan pembangunan.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Anto.
Ia menambahkan, dukungan BRI juga dilakukan melalui pendampingan usaha dan edukasi finansial kepada para debitur. Agar nantinya usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan lebih adaptif terhadap perkembangan digital.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM. Tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegasnya.
Penyaluran 2025 Capai Rp12,151 Triliun
Sepanjang 2025, BRI Regional Office Denpasar mencatat total penyaluran KUR mencapai Rp12,151 triliun kepada 238.761 debitur.
Penyaluran tersebut didominasi sektor perdagangan, jasa, dan pertanian dengan kontribusi mencapai 76,97 persen dari total pembiayaan yang disalurkan.
