Gubernur Bali Wayan Koster saat berfoto bersama dengan Penjual Warung Nasi Pindang Dadong Rintin dalam peringatan Rahina Tumpek Krulut, Sabtu (1/8/2026). (dok: istimewa)
RealitasBali | GIANYAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat memperkuat kepedulian dan semangat berbagi. Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Rahina Tumpek Krulut, Sabtu (1/8/2026).
Dalam momentum yang dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang Bali tersebut, Koster mendorong masyarakat untuk saling menghormati dan membantu. Semangat itu juga diwujudkan melalui gerakan berbagi makanan gratis.
Menariknya, program tersebut menggandeng pelaku UMKM di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Gerakan Berbagi Libatkan UMKM
Program berbagi dilaksanakan di satu hingga dua UMKM pada masing-masing kabupaten/kota. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat kepada masyarakat.
Di sisi lain, program tersebut juga menjadi upaya untuk membantu menggerakkan UMKM lokal.
Koster meninjau langsung salah satu lokasi kegiatan di Warung Nasi Pindang Dadong Rintin, Desa Sakah, Gianyar. Masyarakat terlihat memadati warung tersebut untuk menikmati hidangan secara gratis.
Koster mengatakan, Tumpek Krulut menjadi momentum untuk menumbuhkan kasih sayang dan kepedulian.
Menurutnya, nilai tersebut tidak cukup hanya dipahami secara filosofis. Sebaliknya, masyarakat perlu menerapkannya melalui tindakan nyata.
“Momentum Tumpek Krulut ini kita maknai sebagai Hari Kasih Sayang. Karena itu, mari kita saling mengasihi, saling menghormati, dan saling membantu. Hal-hal sederhana seperti berbagi kepada sesama akan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Bali,” ujar Koster.
Dorong Kabupaten dan Kota Ikut Berbagi
Selanjutnya, Koster berharap gerakan berbagi dapat dilakukan secara lebih luas. Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk membuat kegiatan serupa.
Para bupati dan wali kota diharapkan dapat menginisiasi gerakan berbagi di wilayah masing-masing. Dengan begitu, kepedulian sosial dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Koster juga berharap semangat berbagi tidak hanya muncul saat peringatan Tumpek Krulut. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sehari-hari.
Warung Pindang Sambut Positif
Pemilik Warung Nasi Pindang Dadong Rintin, Wayan Suarsa, menyambut positif kegiatan tersebut.
Ia merupakan putra Made Rintin sekaligus penerus usaha keluarga. Warung tersebut telah berdiri sejak 1960 dan dikenal dengan nasi pindang khasnya.
Hidangan tersebut berisi sayur dan telur. Menariknya, sajian itu tidak menggunakan ayam maupun daging. Cita rasa tradisionalnya juga tetap dipertahankan secara turun-temurun.
Menurut Suarsa, program berbagi memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Ini merupakan program yang sangat positif, baik bagi kami sebagai pelaku UMKM maupun bagi masyarakat. Bertepatan dengan Tumpek Krulut sebagai Hari Kasih Sayang, kegiatan ini mengajak kita untuk saling berbagi dan peduli. Bagi kami sendiri, ini juga menjadi promosi gratis sehingga Warung Nasi Pindang Dadong Rintin bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Selain itu, Suarsa berharap pemerintah terus mendengar aspirasi pelaku UMKM. Sebab, setiap usaha memiliki persoalan yang berbeda.
“Setiap UMKM memiliki kendala yang berbeda-beda. Harapan kami, Pemerintah Provinsi Bali dapat terus mendekat kepada pelaku UMKM, mengetahui permasalahan yang dihadapi, serta membantu menghadirkan solusi agar UMKM di Bali semakin maju dan berkembang,” harapnya.
Warga Nilai Program Bermanfaat
Salah seorang pengunjung, Retno Lestari asal Ubung Kaja, turut menyambut kegiatan tersebut.
Ia mengaku senang dapat menikmati program berbagi dalam rangka Tumpek Krulut. Menurut Retno, kegiatan itu menunjukkan kepedulian pemerintah kepada masyarakat.
“Saya sangat senang bisa ikut menikmati program berbagi dari Bapak Gubernur. Menurut saya, ini adalah bentuk kasih sayang seorang pemimpin kepada rakyatnya. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Bali,” ujarnya.
Melalui peringatan Tumpek Krulut, Koster mengajak masyarakat Bali menjaga kasih sayang dan kepedulian. Selain itu, semangat gotong royong juga diharapkan terus tumbuh.
Dengan semangat tersebut, keharmonisan sosial dapat tetap terjaga. Pada saat yang sama, UMKM lokal juga diharapkan semakin berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. (rka)
