Suasana media gathering di Luna Beach Club di kawasan Nuanu Creative City, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (30/6/2026). (dok: Rahma)
TABANAN, Realitas Bali – Nuanu Real Estate resmi meluncurkan proyek hunian premium Luna Residences, hasil kolaborasi strategis dengan 618 Development dan Luna Beach Club di kawasan Nuanu Creative City, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (30/6/2026). Proyek ini mengusung konsep serviced residences yang memadukan hunian modern, layanan hospitality kelas premium, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Wullur, mengatakan peluncuran Luna Residences merupakan bagian dari pengembangan kawasan Nuanu Creative City yang terus berkembang sebagai destinasi kreatif, seni, teknologi, hingga gaya hidup di Bali.
Menurutnya, meningkatnya nilai investasi properti di kawasan pesisir barat Bali seperti Cemagi, Seseh hingga Nyanyi menjadi salah satu pertimbangan perusahaan menghadirkan produk hunian baru yang terintegrasi dengan ekosistem Nuanu.
“Kami melihat pertumbuhan kawasan ini sebagai peluang sekaligus tantangan untuk menghadirkan produk properti yang bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan ekosistem yang sudah dibangun di Nuanu,” ujar Reyni.
Luna Residences akan dibangun sebanyak 88 unit yang terdiri atas studio, suite satu kamar tidur, suite keluarga dua kamar tidur hingga penthouse. Seluruh unit dirancang memiliki balkon dengan tiga pilihan panorama, yakni pemandangan laut, sungai, dan hutan.
Hunian tersebut dipasarkan mulai Rp3,3 miliar dengan skema kepemilikan leasehold (hak sewa) selama 60 tahun. Dimana, menjadi salah satu tenor hak sewa yang tergolong panjang untuk pengembangan properti di Bali.
Rampung pada 2028
Reyni menjelaskan pembangunan Luna Residences ditargetkan selesai pada 2028. Penjualan dilakukan secara bertahap agar sejalan dengan permintaan pasar dan menjaga eksklusivitas proyek.
Pada tahap pertama, Nuanu Real Estate hanya melepas sekitar 15 unit melalui program Friends and Family. Dalam waktu satu bulan sejak diperkenalkan secara terbatas, sekitar separuh unit tersebut telah berhasil dipesan calon pembeli.
“Setiap kuartal kami akan membuka sekitar 15 unit. Kami ingin memastikan penjualannya bertumbuh secara sehat sekaligus memberikan kesempatan kepada calon investor untuk memperoleh unit terbaik,” katanya.
Selain sebagai hunian pribadi, Luna Residences juga diposisikan sebagai instrumen investasi. Seluruh layanan operasional nantinya akan dikelola oleh Nuanu Hospitality sehingga pemilik unit dapat memilih untuk ditempati sendiri maupun disewakan.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan tarif sewa harian diperkirakan berada pada kisaran Rp2 juta hingga Rp5 juta per malam, tergantung tipe unit.
Namun demikian, menurut Lev, perusahaan justru melihat peluang terbesar berasal dari pasar long stay, yakni wisatawan yang memilih tinggal selama satu hingga beberapa bulan di Bali.
“Kami melihat adanya perubahan pola perjalanan wisatawan. Kini semakin banyak orang datang ke Bali untuk tinggal lebih lama, bukan sekadar berlibur beberapa hari. Infrastruktur yang dimiliki Nuanu mendukung gaya hidup tersebut sehingga kami optimistis pasar long stay akan terus berkembang,” ujarnya.
Lev menambahkan hingga kini pihaknya masih menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga perbankan guna menghadirkan fasilitas pembiayaan bagi calon pembeli.
Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Tabanan
Dalam kesempatan tersebut, Lev juga menegaskan bahwa pengembangan Nuanu Creative City, termasuk Luna Residences, dilakukan melalui koordinasi yang erat dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan serta berbagai instansi terkait.
Menurutnya, komunikasi tersebut dilakukan sejak tahap perencanaan, proses perizinan hingga penyusunan skema hak sewa agar memberikan kepastian hukum sekaligus kenyamanan bagi investor.
“Kami selalu berupaya menghadirkan solusi terbaik bagi investor dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku. Untuk skema leasehold 60 tahun, kami berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait sehingga dapat menghadirkan model yang memberikan kepastian bagi pembeli dalam jangka panjang,” jelasnya.
Lev juga mengatakan Nuanu terus menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah daerah karena pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kunjungan wisata, hingga peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Luna Beach Club Lengkapi Ekosistem Hunian
Kolaborasi dengan Luna Beach Club menjadi salah satu nilai tambah utama Luna Residences. Nantinya penghuni akan memperoleh berbagai layanan premium mulai dari room service, layanan makanan dan minuman, hingga fasilitas transportasi menuju kawasan beach club.
CEO Luna Beach Club, James Karl Ephraim, mengatakan kehadiran Luna Residences akan melengkapi ekosistem yang selama ini dibangun di kawasan Nuanu.
Selama sekitar dua setengah tahun beroperasi, Luna Beach Club berkembang menjadi salah satu destinasi hiburan dan gaya hidup terbesar di kawasan Tabanan. Kompleks tersebut menghadirkan berbagai konsep kuliner. Mulai dari restoran dengan teknik memasak bawah tanah (underground cooking), restoran bambu premium 369, hingga area hiburan keluarga, pertunjukan musik dan ruang penyelenggaraan berbagai acara berskala internasional.
Operasional Luna Beach Club saat ini didukung sekitar 450 karyawan dan menerima rata-rata 900 hingga 1.200 pengunjung setiap hari, dengan jumlah yang meningkat pada akhir pekan maupun musim liburan.
“Luna bukan hanya beach club. Kami membangun pengalaman yang lengkap, mulai dari kuliner, hiburan, ruang keluarga hingga venue berbagai acara. Karena itu, kami melihat Luna Residences sebagai pelengkap yang sangat penting bagi ekosistem ini,” ujar James.
Ia mengaku selama ini salah satu pertanyaan yang paling sering diterima dari pengunjung adalah mengenai pilihan akomodasi di sekitar Luna Beach Club, terutama saat berlangsung pesta musik maupun berbagai agenda khusus.
“Banyak tamu kami bertanya, ‘Di mana kami bisa menginap? Kami ingin menikmati akhir pekan di Luna atau datang untuk acara tertentu.’ Kehadiran Luna Residences akan menjawab kebutuhan tersebut. Ini menjadi langkah yang sangat spesial bagi kami,” katanya.
James meyakini keberadaan Luna Residences akan memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan di kawasan Nuanu sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih terintegrasi antara hunian, hiburan, kuliner, dan gaya hidup.
AI Concierge Jadi Andalan
Selain mengedepankan konsep hospitality, Luna Residences juga akan mengadopsi teknologi AI dalam berbagai aspek pelayanan.
Lev menjelaskan Nuanu saat ini tengah mengembangkan AI Lab. Ini merupakan sebuah tim yang bertugas mengeksplorasi penerapan AI dalam operasional kawasan, manajemen bangunan hingga pelayanan kepada penghuni.
Salah satu inovasi yang tengah dipersiapkan adalah AI Concierge, yakni asisten virtual yang mampu memberikan layanan personal kepada penghuni. Mulai dari rekomendasi aktivitas, reservasi fasilitas, hingga membantu kebutuhan sehari-hari.
“Kami ingin AI tidak hanya menjadi teknologi yang terdengar futuristis, tetapi benar-benar memberikan manfaat praktis bagi penghuni. Ketika Luna Residences selesai pada 2028, kami berharap setiap tamu sudah dapat merasakan pengalaman pelayanan berbasis AI yang personal,” ujar Lev.
Selain AI, proyek ini juga mengusung prinsip keberlanjutan melalui penggunaan material baru dan material daur ulang. Serta terintegrasi dengan sistem transportasi listrik yang telah dikembangkan di kawasan Nuanu Creative City.
Untuk pasar, Nuanu memperkirakan sekitar 35–40 persen pembeli berasal dari Indonesia. Sedangkan sekitar 60 persen merupakan ekspatriat maupun investor asing yang selama ini telah mengenal ekosistem Nuanu dan Luna Beach Club.
“Kami berharap audiens Luna Residences akan sejalan dengan pengunjung dan komunitas yang selama ini sudah mengenal Nuanu, baik karena seni, teknologi maupun gaya hidup yang kami bangun,” pungkasnya. (rka)
