Ekonomi & Bisnis

Bali Interfood 2025 Buka Peluang Pasar Domestik dan Internasional

Kabardenpasar – Bali Interfood 2025 menjadi peluang besar eksportir produk perikanan untuk meraih pasar baru selain amerika dan juga pasar domestik. Ajang pameran makanan dan minuman berskala internasional tersebut diyakini akan memberikan dampak positif bagi pariwisata Bali.

Budi Wibowo, ketua umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia ( AP5I ) mengatakan, penerapan tarif impor oleh presiden amerika memberikan dampak cukup besar bagi eksportir perikanan dibawah naungan AP5I. Kondisi tersebut memaksa pihaknya untuk mencari pasar ekspor baru diantaranya, China, Timur Tengah, Korea, Taiwan, dan Rusia. Ajang Bali Interfood 2025 menjadi kesempatan bagi AP5I untuk mencari peluang pasar alternatif ekspor perikanan. ” Mau tidak mau kami harus mencari alternatif lain selain pasar Amerika, yang merupakan pasar terbesar dari produk perikanan terutama udang yang mencapai 65% dari total ekspor produk perikanan,” ujarnya saat konferensi pers Bali Interfood 2025, di Denpasar, Senin ( 25/08/2025 ).

Bali Interfood 2025 diyakini mampu memberikan peluang bagi eskportir seperti AP5I untuk mencari pasar alternatif. ” Bali Interfood kembali digelar dengan menghadirkan 110 peserta, termasuk 40 UMKM dari 17 negara, serta menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung,” jelas Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions, dalam kesempatan yang sama. Daud menyampaikan, pameran ini bertujuan membuka berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta untuk mempromosikan produk, menjalin kerja sama, sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menemukan beragam inovasi baru dalam industri makanan dan minuman.

Dengan potensi pengunjung serta peserta yang akan meramaikan pameran bertaraf internasional tersebut, ketua p

Perhimpunan Hotel dan Restauran Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan optimis, Bali Interfood 2025 akan memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata bali. ” Dengan jumlah Seller tidak sebanyak jakarta sebanyak 110 Seller dan jumlah Buyers yang berlipat – lipat jumlahnya, selama lima hari tentu puluhan ribu kamar akan digunakan di Bali. Sewa kamar satu hingga dua juta, puluhan miliar akan berputar baru dari sewa kamarnya saja,” ungkap Tjok Ace.

Pertumbuhan ekonomi bali pada 2025 tetap menunjukkan performa yang solid dengan sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi tulang punggung utama kontribusi terhadap perekonomian regional. Berdasarkan rilis badan pusat statistik ( BPS ) Provinsi Bali, perekonomian bali pada triwulan pertama 2025 tumbuh tinggi sebesar 5,52% year on year, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,19% year on year. Pertumbuhan ini juga melampaui capaian nasional yang hanya tumbuh sebesar 4,87% year on year. Kondisi ini menegaskan bahwa sektor pariwisata dan kuliner memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja ekonomi Bali. Bali Interfood 2025 yang akan digelar untuk keenam kalinya di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, pada 10-12 september 2025, menjadi momentum psotif bagi perkembangan pariwisata Bali.***

 

 

Pos Terkait

Back to top button